Jelang 2020, Yuk Perbaiki Kondisi Keuangan dengan Cara Ini

Kurang dari dua bulan lagi, tahun 2019 akan berakhir. Akhir tahun adalah momen yang tepat untuk rehat sejenak sekaligus mengevaluasi kinerja keuangan pribadi sebelum menyambut kehidupan di tahun berikutnya. Sebab, salah satu yang bisa membuat kehidupan berjalan lancar sepanjang tahun tentu saja adalah dukungan finansial. 

Bagi kamu yang menjalani sisa waktu di tahun 2019 dengan kondisi keuangan terseok-seok, misalnya hidup dari pinjaman uang ke pinjaman lain, jangan berkecil hati ya. Kondisi keuangan yang memburuk bukanlah akhir dari segalanya, asalkan kamu memiliki niat yang kuat untuk bangkit dan memperbaikinya. 

Oleh karena itu, jelang 2020, yuk jangan sia-siakan kesempatan emas untuk memperbaiki kondisi keuangan dengan cara berikut ini. 

Evaluasi keuangan tahun lalu

Memburuk ataupun membaiknya kondisi keuangan, semua tentu ada sebabnya. Jika kondisi keuanganmu di tahun 2019 kurang baik, maka cara utama agar hal tersebut tidak terulang di tahun berikutnya adalah dengan mencari tahu apa penyebabnya? Apakah gaya hidup? Tanggungan yang terlalu banyak? Kredit yang menumpuk? Gaji yang kecil? 

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, kamu perlu diam dan flashback sejenak. Kalau perlu, coba cetak semua mutasi rekening tabungan kemudian lihat pengeluaran apa saja yang paling banyak sepanjang tahun? Dari sanalah kamu bisa mulai mencari solusinya. Misal, terlalu banyak mengambil kredit atau cicilan. Maka, di tahun 2020, kamu perlu fokus melunasi cicilan yang tersisa hingga maksimal persentasenya hanya memakan 30% dari total penghasilan. 

Fokus pada usaha mencari tambahan penghasilan

Selain kemampuan mengatur keuangan yang kurang, kondisi keuangan yang memburuk bisa jadi juga disebabkan karena kamu hanya punya satu sumber penghasilan saja. Tidak bisa dipungkiri, setiap tahun, kebutuhan hidup terus bertambah naik. Harga barang pun juga demikian. Jadi, kalau mau hidup aman, idealnya kamu perlu punya satu sumber penghasilan lain yang bisa dijadikan andalan dalam menambah pundi-pundi penghasilan. 

Misalnya, saat ini pekerjaan utama kamu adalah pegawai kantoran. Maka, kamu bisa mencoba peluang lain seperti berbisnis sampingan, mencari pekerjaan freelance, dan lain sebagainya yang kira-kira sesuai dengan keahlianmu. Kalau di 2019 kamu fokus di “menghabiskan”, maka di 2020, yuk mulai fokus pada mencari tambahan penghasilan! 

Lunasi utang yang masih tersisa

Ingat, apabila sisa cicilan di tahun 2019 masih ada, maka jangan tambah atau buat cicilan baru untuk tahun 2020. Selain fokus pada mencari tambahan penghasilan, kamu juga perlu memangkas dan melunasi sisa utang yang masih tersisa. Begitu juga halnya dengan akses kredit yang kamu miliki. Coba cek lagi, berapa total kartu kredit hingga akses pinjaman uang yang kamu miliki saat ini?

Jika lebih dari satu, maka sekarang waktunya menentukan pilihan! Sebab, memiliki lebih dari satu akses kredit hingga pinjaman uang bisa jadi godaan besar bagi kamu untuk terus mengambil kredit atau pinjaman lainnya. 

Yuk, mulai tutup satu per satu kartu kredit yang sudah tidak ada tanggungannya. Sisakan satu untuk mempermudah pembayaran dan kehidupan sehari-hari. Misalnya, kalau pengeluaranmu banyak di belanja bulanan, maka sisakan kartu kredit yang paling banyak memberi keuntungan untuk belanja di merchant. 

Kamu juga bisa memilih fasilitas kredit sekaligus pinjaman uang berbasis online terpercaya seperti Kredivo jika mau berhemat. Sebab, berbeda dengan kartu kredit perbankan, Kredivo hanya membebankan tagihan apabila kamu pernah bertransaksi. Jika tidak, maka tidak akan ada tagihan seperti biaya kartu, iuran bulanan, biaya tahunan, dan lain sebagainya. Baik untuk kredit barang di merchant ataupun pinjaman uang tunai, suku bunga yang diterapkan Kredivo bersifat tetap: hanya 2,95% per bulan dengan opsi tenor mulai 3, 6, hingga 12 bulan untuk kredit barang dan 3 hingga 6 bulan untuk pinjaman uang. 

Sama halnya dengan kartu kredit perbankan, Kredivo akan memberikan kamu sejumlah limit ketika pendaftaranmu melalui aplikasinya disetujui. Maksimal limitnya bisa mencapai Rp 30 juta dan bisa digunakan untuk kredit barang tanpa uang muka di merchant rekanan (online dan offline, mulai dari Shopee, Lazada, Bukalapak, dsb) serta dicairkan menjadi pinjaman tunai. Minimal pengajuan pinjaman di Kredivo mulai dari 500 ribu untuk pinjaman mini dan Rp 1 juta untuk pinjaman jumbo. 

Minimalisasi gaya hidup

Hidup secukupnya dan bersyukur adalah salah satu kunci yang bisa mendukung usaha kamu dalam memperbaiki keuangan di tahun 2020. Di era media sosial seperti sekarang, sulit memang rasanya untuk tidak turut “menunjukkan” sesuatu dari hidup kita di media sosial. Namun, perlu diingat bahwa hal tersebut sifatnya hanya kepuasan sementara saja. Jangan dipaksakan untuk mengikuti gaya hidup tertentu jika kondisi keuangan tidak memungkinkan. Di tahun depan, kamu juga bisa mulai berlatih tegas untuk berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri yang sekiranya impulsif dan juga menolak ajakan hangout yang kurang penting. Demi kondisi keuangan yang lebih baik!

Buat anggaran keuangan yang baru

Nah, setelah semua hal di atas, sekarang, waktunya kamu membuat anggaran keuangan yang baru. Idealnya, anggaran keuangan yang sehat memiliki porsi 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk kebutuhan cicilan, 10% untuk kebutuhan tabungan dan investasi, dan 10%-nya lagi untuk kebutuhan hiburan dan sosial. Yang paling penting adalah, pastikan kebutuhan cicilan tidak lebih dari 30% dan 10% dana yang dialokasikan untuk tabungan dan investasi harus tetap rutin per bulannya. Tidak masalah kalau tabungannya sedikit. Asal konsisten dan rutin dilakukan, lama-lama bisa jadi banyak dan bisa dijadikan andalan di kala darurat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.