3 Kartu Baru Jokowi Bisa Memudahkan Masyarakat

Setiap pasangan Capres dan Cawapres yang akan tampil di Pilpres 2019 kali ini tentunya akan memiliki visi misi yang berbeda-beda. Begitupun Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi juga memiliki visi misi yang berbeda. Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan visi misi tersebut hanya melanjutkan dari apa yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Akan tetapi, menurutnya visi misi Jokowi-Ma-ruf untuk 5 tahun kedepan jika terpilih di Pilpres 2019 kali ini, lebih menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia apalagi dengan adanya 3 Kartu Baru Jokowi.

“Saya kira enggak ada perbedaan. Karena itu di dalam judulnya itu, visi misi Jokowi kan melanjutkan. Jadi, boleh dibilang enggak ada yang beda. Kalau yang sekarang pun, yang nomor 1 di misi itu kan membangun sumber data manusia,” kata Arsul Sani, Senin (24/9/2019).

Misalnya visi Jokowi-Ma’ruf yang bisa anda akses di laman kpu.go.id adalah “Terwujudnya Indonesia maju dan berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong” visi ini memiliki makna dimana saat Indonesia telah sungguh-sungguh berdaulat, mandiri, dan berkepribadian yang diwujudkan dengan kerja gotong royong, maka saat itulah Indonesia telah menjadi bangsa yang maju, yang sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang terutang pada pembukaan UUD 1945.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka akan ditempuh melalui 9 misi, dimana penjabaran visi misi ini tertuang pada berkas visi misi Jokowi-Ma’ruf yang terdiri dari 38 halaman. Dan pada tiap misinya terdapat program-program yang ditawarkan oleh capres dan cawapres nomor urut 01 ini. Dari sekian program yang banyak itu, terdapat program yang baru-baru ini selalu disampaikan oleh Jokowi di hadapan pendukungnya. Salah satunya adalah program Kartu Pra-Kerja.

Dalam kunjungan kerjanya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan tentang manfaat ‘kartu sakti’ alias Kartu Pra-Kerja bagi para lulusan SMA/SMK atau akademi yang belum mendapatkan pekerjaan untuk bisa mengikuti pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan lewat program Kartu Pra-Kerja ini, para lulusan SMA/SMK atau akademi bisa masuk ke perusahaan nasional, misalnya Pertamina.

“Akan ada Kartu Pra-Kerja. Contoh di Balikpapan akan dibangun kilang, kita harapkan lulusan SMA/SMK, lulusan akademi, bisa mendapatkan ini dan akan ditraining, akan diadakan pelatihan-pelatihan sehingga langsung bisa masuk misalnya ke Pertamina, masuk ke kilang minyak kita yang baru. Jadi Kartu Pra-Kerja gunanya itu sehingga kualitas SDM bisa meningkat,” tutur Jokowi dalam acara Kampanye Akbar di Dome Balikpapan, Kaltim, Kamis (28/3/2019).

Bukan hanya itu, Jokowi juga menjelaskan lagi tentang rencana pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur. Menurut beliau, kilang tersebut akan bisa menampung cadangan strategis minyak Indonesia, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat.

Dalam sambutannya tersebut, Jokowi juga mengenalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas. Selain itu, beliau juga menambahkan selama 4 tahun terakhir pemerintah juga sudah memberikan KIP ini untuk pendidikan di SMP, SMA, dan SMK.

“Saya ingin mengenalkan kartu-kartu, kita ini kan 4,5 tahun ini memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk SMP, SMA, dan SMK. Ke depan kita akan memiliki KIP Kuliah. Anak-anak SMA/SMK yang lulus, yang ingin melanjutkan ke akademi, ingin melanjutkan ke universitas, ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, maupun diluar negeri bisa menggunakan KIP Kuliah. Ini akan dibiayai pemerintah,” tutur Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.