Analisis barang elektronik e-commerce didunia

Secara global, pertumbuhan penjualan barang elektronik e-commerce didunia pada 2013 hanya sebesar 3%. Angka pertumbuhannya meningkat lagi menjadi 5% pada 2014, dan 6% pada 2015. Secara total keseluruhane nurut Transparency Market Research, pasar consumer electronic dunia sudah mencapai 1,074 triliun dolar. Angkanya diprediksi mencapai 1,550 triliun dolar, dengan Pertumbuhan Rata-rata Tahunan (CAGR) 4%. Dengan demikian dapat dianalisis bahwa pasar e-commerce di Asia Tenggara masih terbilang kecil. Perdagangan retail online di enam negara Asia Tenggara – Indonesia Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam – masih kurang dari 1%, namun sejak tahun 2014 Indonesia berada di peringkat pertama sebagai negara dengan pasar e-commerce terbesar di ASEAN dengan catatan mencapai US$ 1,1 miliar, lebih tinggi dari Thailand dan Singapura.. Euromonitor juga memperkirakan tingkat CAGR penjualan online di Indonesia antara 2014 sampai 2017 ada di angka 38% dengan daya beli yang diprediksi akan mencapai hingga 25% di beberapa tahun mendatang.                                                   Menurut studi yang dilakukan McKinsey ada sejumlah masalah yang menghambat pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia, antara lain :

  1. Penipuan Transaksi
  2. Keamanan dalam Pembayaran Online
  3. Kualitas Produk yang Tidak Sesuai dengan Promosi Gambar
  4. Infrastuktur Logistik yang Kurang Memadai, Khususnya di luar Jawa-Bali, membuat e-commerce sulit menjangkau pasar wilayah terpencil di Indonesia.
  5. Penjualan Online Terkonsentrasi di Seputar Jakarta.

Dengan adanya hambatan tersebut, sejumlah perusahaan telah menerapkan sistem pembayaran di tempat atau cash-on-delivery (COD) sekaligus juga memberikan jaminan uang kembali dan membuka layanan konsumen.

Adapun terdapat 3 E-commerce yang berada dalam bidang electronic yaitu electroniccity.com, electronicsolution dan bhinneka.com yang masih bersaing sampai sekarang. Namun, diantara ketiga e-commerce tersebut berdasarkan hasil riset diperoleh bahwa bhinneka.com menduduki peringkat pertama dengan jumlah visitor per bulan mencapai 3.900 visitor, 14.300 Followers di Instagram, dan rata-rata penghasilan per tahun mencapai 600 miliyar di tahun 2013 dan diprediksi akan terus meningkat seiring perkembangan zaman.

Disisi lain perubahan dalam gaya hidup juga menjadi salah satu factor yang mendorong permintaan terhadap elektronik semakin hari semakin banyak. Seperti contoh, dalam penggunaan media sosial dan instant messaging tentunya akanm endorong permintaan terhadap kepemilikan ponsel pintar. Lalu akanen ingkatnya pelayanan dan jaringan TV bersaluran HD  akan menyebabkan juga mendorong permintaan untuk TV digital dengan kualitas HD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *