Usung Budaya, Vivo V9 Diluncurkan di Candi Borobudur

Banyak hal yang menarik terkait peluncuran Vivo V9. Selain peluncurannya sangat ditunggu-tunggu jauh sebelum tanggal peluncurannya resmi, smartphone terbaru keluaran Vivo ini juga agak berbeda dengan smartphone yang sudah diluncurkan sebelumnya. Dalam peluncurannya pun Vivo V9 mengambil tema yang menyatukan budaya, teknologi dan fasion.

Vivo V9 resmi diluncurkan ke pasaran pada tanggal 29 maret 2018. Acara peluncuran tersebut dilakukan di Borobudur. Borobudur dianggap sebagai tempat yang sangat temap untuk peluncuran Vivo V9 mengingat tema budaya yang juga diangkat dalam peluncuran tersebut. Menurut Edi Kusuma, General Manager for brand and activation Vivo Indonesia, pemilihan candi borobudur dirasa tepat karena Borobudur merupakan sebuah cagar budaya  yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Selain itu, Borobudur merupakah salah satu tempat bersejarah di Indonesia.

Vivo V9, Borobudur, dan Budaya

Tidak banyak perusahaan teknologi, terutama smartphone yang berani menggat tema budaya. Meningat teknologi memiliki kesan futuristik sedangkan budaya masih identik dengan aroma masa lampau. Akan tetapi, Vivo berani melakukannya dengan mencoba menyatukan budaya, teknologi, dan fasion dalam pelincuran Vivo V9.

Menurut Edi Kusuma, pengusungan budaya dan pemilhan candi Borobudur sebagai tempat peluncuran adalah usaha untuk memberikan sesuatu yang istimewa. Pemilhan Candi Borobudur yang merupakan cagar alam dunia merupakan usaha untuk memunculkan unsur budaya. Vivo V9 sendiri menjadi unsur tekneloginya mengingat Vivo kali ini melakukan inovasi di Vivo V9 dibandingkan dengan Vivo yang telah diluncurkan sebelumnya. Fasion sendiri muncul sebagai pagelaran yang penuh gaya. Semua itu disatukan dengan tujuan agar Vivo berhasil membuat sebuah karya yang mengagumkan.

Nah pada Vivo v9 ada banyak teknologi baru yang disematkan. Mulai dari tampilan yang mengusung desain begitu elegan dengan ratio paling tinggi dibanding dengan produk-produk yang ada sebelumnya. Ditambah dengan teknologi AI pada kamera. Semua kesempurnaan ponsel, hanya ada di Vivo V9.

Melibatkan Pemerintah dan Masyarakat

Pengusungan budaya dalam peluncuran Vivo V9 tidak hanya membedakan penyelenggaraan ini dengan lainnya dari segi tema saja. Akan tetapi, dari segi promosi juga tema tersebut membuat Vivo ikut melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat.

Nadjamudin Ramli, direktur warisan dan diplomasi budaya, kementrian pendidikan dan kebudayaan RI bersama dengan Edi Kusuma secara simbolis menyerahkan bibit kopi kepada Bambang Sarwo Edy, Manajer CSR PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Hal tersebut merupakan harapan acar melalui CSR tersebut dapat mengajak seluruh masyarakat luas untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur dang merupakan salah satu kekeayaan budaya Indonesia.

Kegiatan yang dilakuakn pada 30 maret 2018 tersebut sebagai simbor pemberdayaan budaya dan masyarakat mengingat keindahan kebun kopi di sekitar Candi Borobudur merupakan salah satu potensi wisata yang belum diketaui banyak orang.

Najmudin Ramli mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang menggalakan program promosi yang lebih gencar untuk Candi Borobudur. Penggalakan ini dilakukan untuk  mengajak masyarakat Indonesia menjaga kelestarian Candi bersejarah tersebut.

Hal ini perlu dilakukan karena Candi Borobudur bukan hanya sebuah destinasi wisata yang terkenal di Indonesia. Akan tetapi juga di dunia. Borobudur juga merupakan aset budaya Indonesia yang sangat berharga. Selain itu, Candi Borobudur sebagai wahana wisata juga berperan sangat penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Dengan keberadaan candi borobudur bisa mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *