Linkin Park Buka Situs Penghormatan untuk Chester Bennington

kumparan – Band rock Linkin Park membuat sebuah halaman situs web penghormatan untuk mengenang vokalisnya, Chester Bennington, yang tewas bunuh diri pada Kamis (20/7) waktu Los Angeles, California, AS. Halaman situs baru ini beralamatkan┬áchester.linkinpark.com. Web tersebut dibangun secara sederhana, dengan latar belakang hitam, foto Chester di tengah konser, tagar #RIPCHESTER, serta linimasa dari media sosial Twitter yang menampilkan postingan penghormatan para penggemar untuk mendiang.

Tidak lupa di dalam situs mereka sisipkan sebuah pesan kepada semua penggemarnya, di dalam maupun di luar AS, yang membutuhkan pertolongan terkait depresi atau kesehatan mental lainnya untuk tak ragu menghubungi Suicide Prevention Lifeline atau Crisis Text Line. Berikut pesan yang disampaikan: In case you or someone you know needs support, here are some resources: Suicide Prevention Lifeline 1-800-273-TALK Crisis Text Line, the free, nationwide, 24/7 text message service for people in crisis, is here to support. For support in the United States, text HELLO to 741741 or message at facebook.com/CrisisTextLine For support outside the US, find resources at http://www.suicide.org/international-suicide-hotlines.html Situs chester.linkinpark.com diluncurkan pada Sabtu (22/7). Beberapa jam di awal peluncuran, situs sempat sulit diakses oleh sejumlah pengguna karena tingginya aktivitas trafik menuju halaman web itu.

Kendati menyempatkan diri meluncurkan situs untuk mengenangkan Chester Bennington, namun Linkin Park sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kepergian vokalis utamanya itu. Chester ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya di Los Angeles. Di dalam kamar ditemukan alkohol, namun pihak berwajib tidak menemukan catatan. Pihak koroner Los Angeles County memastikan sang vokalis Linkin Park mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Autopsi juga akan dilakukan terhadap jenazah. Sebelum mengakhiri hidupnya, Chester pernah bercerita mengenai kehidupan masa mudanya yang traumatik, mulai dari pelecehan seksual, perundungan, hingga ketergantungan narkotika dan alkohol. Belakangan ini ia juga sempat merasa frustrasi karena dikritik penggemar terkait album ‘One More Light’ yang dinilai tidak sesuai dengan gaya musik Linkin Park.

Sumber : kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *