Berwisata Budaya di Pulau Kemaro, Palembang

Pulau Kemaro, belakangan menjadi buah bibir dan menarik minat wisatawan baik lokal, wisatawan luar provinsi bahkan dari manca negara. Jika anda berkesempatan untuk bisa berkunjung ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, tidak ada salahnya mengunjungi tempat yang syarat dengan cerita legenda ini.

Sebelum melakukan perjalanan ke Palembang, pastikan anda selalu cek tiket pesawat, mencangkup harga, jadwal keberangkatan, juga cara pemesanan. Mengingat pentingnya hal tersebut, anda sebaiknya pesan tiket pesawat online, lebih simple, aman, juga praktis. Dan Anda bisa mendapatkan semua kemudahan itu di Reservasi.com.

Salah satu destinasi wisata yang anda bisa kunjungi di Palembang adalah Pulau Kemaro. Pulau Kemaro adalah sebutan yang diberikan oleh masyarakat Palembang untuk pulau dengan legenda keramat ini, pulau ini juga sudah menjadi tempat plesiran terkenal di Palembang, letaknya sekitar 6 km dari Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.

Nama Pulau Kemaro memang cukup aneh. “Kemaro” adalah salah satu istilah lokal yang dalam bahasa Indonesia sama dengan “Kemarau”. Letak pulau ini sendiri juga cukup mengundang tanda tanya, bagaimana mungkin sebuah pulau bisa terletak di tengah Sungai Musi, dan yang lebih aneh lagi, menurut penduduk tepian Sungai Musi, pulau ini tidak pernah tenggelam ataupun terendam air meskipun dalam kondisi Sungai Musi yang pasang sekalipun, bahkan ketika air pasang besar dan volume air Sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tidak akan kebanjiran. Jika kita melihat dari kejauhan, pulau ini seperti terapung di atas perairan Sungai Musi.

Dipulau ini terdapat sebuah kelenteng Budha yang selalu ramai dikunjungi penganutnya, terutama pada perayaan Cap Go Meh. Klenteng ini bernama Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im, yang sudah dibangun sejak tahun 1962. Tidak hanya masyarakat keturunan Tiong Hoa di kota Palembang saja yang berbondong-bondong datang ke klenteng ini, masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti Singapura, Hongkong, RRC dan lain-lain.

Daya tarik pulau Kemaro lainnya adalah, adanya Pagoda berlantai 9 yang menjulang di tengah-tengah pulau, bangunan ini baru dibangun tahun 2006. Selain itu, ditempat ini juga terdapat sebuah pohon yang disebut sebagai “Pohon Cinta” yang dilambangkan sebagai ritus “Cinta Sejati” antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda pada zaman dahulu,  antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina. Konon, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut, maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang pernikahan, untuk itulah pulau ini juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

Bagi penduduk setempat, cerita mengenai pohon cinta tersebut hanya sekedar mitos saja. Mungkin kebetulan saja ada yang berjodoh, namun yang pasti untuk menjaga kelestarian pohon tersebut dari coretan-coretan pengunjung maka lokasi pohon tersebut sekarang dipagari.

Untuk menuju pulau ini tidaklah terlalu sulit. Jika anda sudah berada di seputaran Kota Palembang, anda tinggal menuju ke Pelataran Jembatan Ampera di depan Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada di tepian Sungai Musi. Anda tinggal berjalan di seputaran sungai, nanti akan banyak yang menawarkan jasa sewa perahu menuju pulau tersebut. Jenis transportasi yang ditawarkan umumnya berbentuk perahu kayu, mulai dari perahu tongkang ukuran besar, perahu ketek ukuran sedang, hingga perahu kecil yang disebut speedboat.

Jika anda merupakan rombongan besar lebih dari 10 orang, anda mungkin bisa menyewa perahu tongkang. Untuk biaya sewanya berkisar Rp 1,5 – 2 juta. Jika anda merupakan rombongan kecil kurang dari 10 orang, anda bisa menyewa perahu ketek ukuran sedang dengan harga berkisar Rp 300 – 400 ribu. Sementara jika anda merupakan rombongan kecil di bawah 5 orang anda bisa menyewa speed boat dengan harga sekitar Rp 200 – 250 ribu.

Biaya sewa tersebut mencakup perjalanan pergi pulang, ada yang sistemnya mereka menunggu, ada juga yang sistemnya nanti akan dijemput lagi sesuai waktu yang disepakati. Jika anda pandai menawar maka bisa mendapatkan harga sewa yang lebih rendah dari harga yang mereka sebutkan.

Pulau Kemaro terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera, adapun lama waktu tempuh dari tepian Pelataran Sungai dengan BKB menuju lokasi Pulau Kemaro tentunya tergantung jenis perahu yang disewa. Untuk Perahu tongkang dan ketek relatif lebih lambat, waktu tempuhnya berkisar 25 – 30 menit. Sementara jika memakai speedboat waktu tempuhnya bisa 10-15 menit.

Baik Klenteng Hok Tjing Rio (Kuan Im) maupun Pagoda merupakan objek wisata utama di pulau ini, namun legenda kisah cinta Pangeran Tan Bun An dan puteri Siti Fatimah menjadi daya tarik utama bagi masyarakat setempat dan lebih melekat dengan citra pulau ini. Konon, kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *