9 Teknik Budidaya Kelapa Sawit

Anda yang ingin mencoba untuk menanam kelapa sawit baik melalui pembibitan sendiri maupun beli bibit dari toko yang jual bibit kelapa sawit. Perlu diketahui, bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas yang cukup menjanjikan di Indonesia. Penghasilannya mampu memberikan sumbangan yang cukup tinggi bagi pendapatan Negara. Prospek budidaya ini cukup menjanjikan, karena olahan kelapa sawit berupa minyak merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia saat ini.

Mekipun cukup menjanjikan, budidaya kelapa sawit perlu ketelitian, karena taaman kelapa sawit merupakan tanaman tahunan sehingga produksinya akan sangat bergantung pada proses awal budidaya tanaman ini. Tentu saja, pembibitan merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan sungguh-sungguh.

  • Benih

Saat ini teknologi pembibitan kelapa sawit sudah sangat berkembang. Para peneliti sudah mampu membudidayakan kelapa sawit melalui kultur jaringan yang mampu mempertahankan kualitas produksi buah kelapa sawit sama persis dengan pohon induknya. Akan tetapi teknik kultur jaringan tersebut cukup rumit bila diterapkan oleh pekebun sehingga akan lebih baik jika mereka menggunakan benih kelapa sawit yang disediakan oleh balai penelitian. Selain itu pekebun juga bisa menyediakan bibit itu sendiri melalui control penyerbukan bunga betina pohon induk.

  • Tips Pembibitan

Setelah mendapatkan benih dengan kualitas yang baik, pembibitan harus dilakukan di lahan yang datar dan tidak jauh dari sumber air. Sebaiknya lokasi pembibitan dilakukan di lahan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menanam sawit. Lahan yang digunakan sebaiknya bebas dari gulma serta dilengkapi dengan alat penyiraman dan drainase.

  • Teknik Pembibitan

Ada dua teknik yang dapat digunakan untuk budidaya pembibitan yaitu secara langsung di polibag tanpa proses dederan atau dengan cara tak langsung yaitu melalui dua tahap berupa tiga bulan tahap pembibitan awal atau dederan dan Sembilan bulan tahap pembibitan utama. Selama proses pembibitan, bibit perlu disiram dua kali sehari, diberi pupuk, dan dilakukan seleksi untuk memilih bibit yang mampu tumbuh optimal di lahan tanam. Anda juga bisa beli bibit dari yang jual bibit kelapa sawit secara online. Salah satunya melalui sawitmarihat.com. Atau anda juga bisa buat sendiri.

  • Syarat Tumbuh Optimal

Petani bisa saja menerapkan teknik menanam kelapa sawit tingkat tinggi menggunakan teknologi canggih, akan tetapi teknik tersebut tidak menjamin akan membawa hasil yang optimal apabila syarat tumbuh optimal tanaman kelapa sawit tidak terpenuhi. Kelapa sawit sangat cocok di tanam di daerah tropis dengan curah hujan antara 1500-3000 mm per tahun dan pada dataran rendah dengan ketinggian 200-400 meter di atas permukaan laut.

  • Penyinaran, Suhu, dan Karakter Tanah

Kelapa sawit akan tumbuh baik apabila mendapatkan sinar matahari selama 1-7 jam tiap harinya. Buah yang dihasilkan akan berkualitas baik di daerah dengan suhu rata-rata 25-27 derajat celcius. Untukmenanam sawit diperlukan tanah yang gembur, subur, dan mempunyai drainase yang baik dengan pH tanah 4,0-6,5.

  • Persiapan Lahan Tanam

Ada beberapa jenis area yang cocok menjadi lahan tanam kelapa sawit, di antaranya pada area hutan primer dan sekunder, atau yang ditumbuhi semak belukar. Selain itu,, ada pula lahan konversi yaitu lahan yang pernah dijadikan sebagai lahan tanam jenis lain. Ada pula lahan bukaan ulang yang merupakan lahan bekas tanam sawit juga.

  • Tahap Pembukaan Lahan Mekanis

Apabila lahan yang akan digunakan adalah hutan atau lahan konversi yang masih ditumbuhi pohon yang menjulang, pembukaan lahan mekanis perlu dilakukan dengan melakukan pembabatan, penumbangan, perencekan, penumpukan, dan pembakaran pohon.

  • Penanaman Kelapa Sawit

Sebelum melakukan proses penanaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan prduksi tanaman sawit tersebut. Pengajiran merupakan tahapan yang sangat penting untuk menentukan jarak tanam antar pohon, sistem penghitungan jarak ini yaitu menggunakan sistem jarak tanam segitiga sama sisi berukuran 9x9x9 meter dengan populasi 143 pohon tiap hektarnya. Slain itu juga dapat menggunakan sistem 9,5×9,5×9,5 meter dengan populasi sekitar 128 pohon per hektar.

  • Penanaman Bibit dan Tanaman Kacangan

Sebelum dilakukan penanaman bibit, buatlah lubang pohon beberapa minggu sebelumnya. Lubang tersebut berukuran 60x60x60 meter atau 50x50x50 meter sesuai dengan titik tanam yang ditentukan melalui pengajiran. Umumnya penanaman kelapa sawit diikuti dengan tanaman penutup tanah berupa tanaman kacangan untuk mendukung pertumbuhan kelapa sawit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *