Pemeriksaan Kesehatan Sejak Dini Bisa Ketahui Masalah Lebih Awal

Banyak orang beranggapan bahwa medical check up atau pemeriksaan medis tak terlalu penting dilakukan. Selain karena merasa masih sehat dan tidak merasakan keluhan suatu apa pun, toh usia masih menginjak 20 tahun atau 30 tahun. Padahal, usia muda atau tubuh yang merasa sehat tidak menjadi jaminan seseorang bisa terbebas dari penyakit, lho.

Kesadaran masyarakat melakukan medical check up yang sifatnya preventif memang masih kurang. Penyebab terbesarnya karena tidak memiliki keluhan yang dirasakan tubuh atau justru merasa takut akan mengetahui penyakit yang sesungguhnya diderita.

Faktor biaya juga sering kali menjadi kendala terbesar. Bagi sebagian masyarakat, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan tergolong mahal. Pertimbangan ekonomi seperti itulah yang juga menjadi alasan mengapa masih sedikit orang yang mau melakukannya.

Baca juga : Tips Genius Begadang Sehat

Anggaran tersebut sering kali lebih banyak dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan, dibandingkan dengan kebutuhan preventif kesehatan. Pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah bisa mengetahui masalah kesehatan atau potensinya. Dengan demikian, penanggulangannya bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Padahal dengan melakukan medical check up secara dini dan rutin, kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Makin bertambahnya usia, banyak hal yang dapat terjadi.

Ketidaktahuan seseorang mengenai keluhan yang terjadi di dalam tubuh sering kali membuatnya abai. Tanpa terasa, keluhan tersebut berkembang menjadi penyakit yang serius dan lebih sulit dalam penanganan.

Beberapa manfaat yang didapatkan setelah melakukan pemeriksaan medis antara lain mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan kita saat itu, dapat langsung menangani jika ditemukan adanya masalah, dapat mencegah komplikasi atau hal-hal yang lebih berat agar tidak terjadi, serta dapat membandingkan status kesehatan kita sekarang dan sebelumnya.

Baca juga : Tips Kenali Alergi Anak dengan Cerdas dan Cermat

Akan tetapi, ada juga hal yang perlu diluruskan. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, bukan berarti tidak akan mungkin terkena penyakit. Akan tetapi, kelainan secara dini dapat segera diobati sehingga kualitas hidup dapat dipertahankan dengan baik.

Adapun usia yang direkomendasikan untuk memulai pemeriksaan kesehatan adalah 30 tahun. Hal itu bergeser jauh jika dibandingkan dengan belasan tahun lalu yang menyebutkan bahwa usia yang direkomendasikan untuk melakukan medical check up adalah 40 atau 50 tahun.

Sekarang ada perubahan pola makan dan gaya hidup sehingga seseorang yang berusia 30 tahun bisa saja kualitas tubuhnya seperti 40 tahun atau 50 tahun. Zaman sekarang juga banyak orang yang berusia 30 tahunan mengalami obesitas sehingga usia ini sudah mulai memerlukan medical check up.

Secara kuantitas, seseorang yang berasia 30 tahunan direkomendasikan untuk melakukan medical check up, sedikitnya setiap dua tahun sekali. Semakin usia bertambah, waktu interval check up semakin pendek. Untuk usia 40 tahun hingga 50 tahun misalnya, interval check up biasanya satu tahun sekali.

Pemeriksaan kesehatan penting dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tertentu karena kemungkinan bisa terjadi kelainan-kelainan dari tubuh diperkirakan antara 6 bulan hingga 1 tahun. Lalu, apakah orang dengan usia di bawah 30 tahun tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan?

Meskipun usia masih di bawah 30 tahun, medical check up tetap penting dilakukan, minimal 2 hingga 3 tahun sekali. Supaya kita tahu bagaimana kondisi tubuh kita.

Untuk menyesuaikan biaya pemeriksaan kesehatan dengan kemampuan finansial, seseorang bisa saja mendiskusikannya dengan unit pemeriksaan kesehatan yang biasanya dimiliki setiap rumah sakit. Biasanya, rumah sakit telah mengemas pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dalam bentuk paket yang bisa dipilih setelah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Untuk Anda yang baru pertama kali melakukan medical check up, sebaiknya memilih paket yang dapat mengetahui kondisi tubuh secara keseluruhan. Biasanya, paket tersebut berupa pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen, mata, audiometri (untuk melihat fungsi telinga), spirometri (untuk melihat fungsi paru), elektrokardiogram (rekam jantung), dan treadmill test.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *