Ini Dia 8 Fakta Tentang Tongsis Yang Perlu Anda Ketahui

Teknologi gadget memang terus berkembang dengan berbagai modifikasi. Muncul pula perangkat-perangkat pelengkap atau aksesori yang membuat penggunaan fungsi gadget bertambah kreatif. Tongsis adalah salah satunya.

Tongsis adalah kependekan dari tongkat narsis. Penggunaan alat itu untuk memfasilitasi hobi “narsistik” di depan kamera yang semakin berkembang sejak kemunculan media sosial dan gadget smartphone. Tongsis pun seakan memiliki manfaat yang berjalan beriringan dengan aksi memotret diri sendiri alias selfie, istilah yang muncul belakangan ini. Dan, manfaatnya lebih beriringan lagi dengan aksi foto alay, istilah yang sudah berkembang sebelumnya di kalangan remaja.

Keuntungan lainnya adalah tongkat ini membuat jarak smartphone dan objek lebih jauh, sehingga dengan lensa kamera yang terbatas bisa mengambil sudut yang lebih lebar. Penggunaan tongsis ini juga lebih praktis karena tak perlu meminta bantuan orang lain untuk mengambil foto sendiri atau bahkan foto grup.

Baca juga : Otto Camera Bisa Simpan Foto dalam File GIF

Meski istilah tongsis sudah ada sekitar tiga tahun, tapi belum banyak yang tahu fakta-fakta di balik melejitnya tongsis. Apakah Anda yang menggunakannya juga sudah tahu kekuatan dan kelemahannya? Nah, berikut ini kami sajikan berbagai fakta menarik seputar tongsis.

  1. Anindito Respati Giyardani alias Babab Dito adalah yang mencetuskan nama monopod untuk smartphone itu menjadi tongsis di Indonesia. Sebelumnya, Dito hanya menggunakan istilah tongkat ajaib. Namun, ternyata tidak terlalu menjual sehingga tidak lekas menjadi tren. Tongsis itu sendiri baru dikenal Dito saat pergi ke Bangkok November 2012 dan sejak itu mulai menjualnya di Indonesia.
  2. Tongsis mulai melejit sejak kelompok iPhonesia diundang ke Istana Bogor untuk berfoto bersama ibu Ani Yudhoyono. Saat itu, Dina Kosasih mengajak Ani untuk foto bersama menggunakan tongsis. Kejadian itu dipotret oleh Aries Lukman yang merupakan pendiri iPhonesia, yang kemudian disebarkan melalui Instagram dan Path. Mulailah orang-orang mencari tongsis tersebut di pasaran.
  3. Saat ini, kebanyakan tongsis yang dijual hanya bisa untuk smartphone yang memiliki pengatur waktu pada aplikasi kameranya.
  4. Untuk pengembangan selanjutnya, ada lagi aksesoris yang disebut tomsis atau tombol narsis. Itulah yang membantu pengguna tongsis bila smartphone-nya tidak memiliki pengatur waktu. Saat sudah siap berpose, barulah memencet tombol di tomsis untuk memotret. Istilah lain dikemukakan Dito yang menamakan produk sejenis sebagai temtong alias temannya tongsis.
  5. Menggunakan tongsis tetap ada kesulitannya seperti selfie tanpa tongsis. Utamanya karena masih menggunakan kamera depan sehingga hasilnya tidak akan sebaik kamera belakang.
  6. Saat menggunakannya, pastikan tangan tidak menggetarkan tongkat supaya hasilnya baik. Anda pun merasakan agak pegal bila harus memegang cukup lama, sehingga harus memastikan tangan tetap stabil dan kuat.  [Baca juga : Sesame Smart Lock, Memungkinkan Buka Pintu dengan Ketukan Rahasia]
  7. Untuk menggunakan tongsis memang ada dua gaya sesuai selera masing-masing. Pertama adalah yang senang terlihat tangkai tongsisnya dan kedua yang tidak ingin terlihat tangkainya. Bila senang dengan gaya kedua, gunakan sudut yang berbeda dibandingkan selfie dengan tangan.
  8. Istilah tongsis itu sudah didaftarkan Anindito Respati Giyardani sebagai merek dagang. Ia pun memiliki website tongsis.net untuk penjualan secara online.

Selfie atau narsis-narsisan memotret diri sendiri merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan di antara para pengguna gadget di Indonesia. Mau narsis sih boleh saja, mau eksis juga boleh saja. Asal benar-benar pintar memanfaatkan teknologi sehingga tidak asal beli dan asal pakai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *